Ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Dikmen Kota Malang 2026 kembali menjadi saksi bisu ketangguhan para siswa SMK Negeri 4 Malang (Grafika). Dalam kompetisi yang mempertemukan talenta-talenta terbaik dari berbagai sekolah kejuruan ini, kontingen Grafika berhasil mendominasi papan atas perolehan juara, membuktikan bahwa persiapan matang dan dedikasi tinggi selalu membuahkan hasil membanggakan.

Pencapaian paling prestisius diraih oleh Muhammad Leandra Wisnu dari kelas XI RPL B. Turun di bidang lomba IT Software Solutions for Business, Leandra tampil memukau dan berhasil mengamankan posisi sebagai Peringkat 1. Keberhasilan ini menempatkan SMKN 4 Malang sebagai tolok ukur utama dalam pengembangan solusi perangkat lunak di tingkat pelajar kota.
Barisan Prestasi Peringkat Kedua
Ketangguhan siswa Grafika tidak berhenti di situ. Di berbagai bidang lomba lainnya yang tak kalah kompetitif, sejumlah siswa sukses menduduki posisi runner-up atau Peringkat 2, sebuah pencapaian yang menunjukkan kualitas kompetensi yang sangat tipis jaraknya dengan posisi puncak.

Berikut adalah daftar pendekar kompetensi yang sukses meraih Peringkat 2:
- Bidang Cloud Computing: Diraih oleh Abyan Alif Yudhistira (XI RPL A), yang menunjukkan kemahiran dalam mengelola infrastruktur digital masa kini.
- Bidang Cyber Security: Kerja sama tim yang solid antara Zacharia Esen (XII TKJ A) dan Ramadhan Arga Adiansyah (XI RPL A) berhasil mengamankan posisi kedua dalam menjaga keamanan siber.
- Bidang Hotel Reception: Dari sektor hospitality, Alvaro Pieter Hendratno (XII PH) membuktikan standar layanan prima yang mampu bersaing ketat di tingkat kota.
- Bidang Teknik Perancangan Model 3D: Kreativitas tanpa batas ditunjukkan oleh Syauqy Ahmad Bimandria (XI Ani A) yang sukses membawa pulang penghargaan di peringkat kedua.
Tradisi Juara yang Terus Terjaga
Keberhasilan meraih Peringkat 1 dan Peringkat 2 di berbagai bidang ini merupakan bukti nyata dari ekosistem belajar yang suportif di SMKN 4 Malang. Kolaborasi antara instruktur atau guru pembimbing yang kompeten dengan siswa yang haus akan tantangan telah menciptakan tradisi juara yang sulit digoyahkan.
Sekolah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah berjuang. Prestasi ini bukan sekadar angka atau posisi, melainkan pengakuan nyata atas keahlian yang siap diadu di dunia industri maupun jenjang kompetisi yang lebih tinggi.
