Malang, 8 Juli 2026 – SMK Negeri 4 Malang menyelenggarakan Workshop Sosialisasi Program Bantuan Teaching Factory Tahun 2026, Program Sekolah Model Pembelajaran Mendalam, serta Pendalaman Koding dan Kecerdasan Artifisial yang diselenggarakan pada Rabu, 8 Juli 2026 mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai di Hall Lantai 2 SMKN 4 Malang. Kegiatan ini dihadiri oleh kepala sekolah, wakil kepala sekolah, ketua kompetensi keahlian, guru produktif, serta tenaga pendidik di SMKN 4 Malang sebagai bagian dari upaya memperkuat implementasi kebijakan pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
Acara dibuka secara resmi oleh Dr. Hj. Hastini Ratna Dewi, M.Pd., selaku Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Malang (Kota Malang–Kota Batu). Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa transformasi pendidikan vokasi harus terus diarahkan pada peningkatan mutu pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, penguatan budaya inovasi, serta kolaborasi yang erat dengan dunia usaha dan dunia industri. Program Teaching Factory, Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), serta Pendalaman Koding dan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence) menjadi tiga pilar utama dalam menyiapkan lulusan SMK yang unggul, adaptif, dan memiliki kompetensi sesuai tuntutan era digital.
Selanjutnya, Kepala SMKN 4 Malang, Dr. Drs. Gunawan Dwiyono, S.ST., M.Pd., menyampaikan sambutan sekaligus mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta workshop. Beliau menyampaikan bahwa SMKN 4 Malang terus berkomitmen menjadi sekolah vokasi yang mengedepankan pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning), kolaborasi dengan industri, serta pengembangan karakter dan kompetensi abad ke-21. Menurut beliau, implementasi Teaching Factory yang terintegrasi dengan pembelajaran mendalam akan memberikan pengalaman belajar yang autentik sehingga peserta didik tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga mampu berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif.
Sesi materi pertama disampaikan oleh Sri Munarsih, M.Pd., selaku Pengawas SMK Wilayah Malang, yang memaparkan arah kebijakan Program Bantuan Teaching Factory Tahun 2026. Materi ini menekankan pentingnya Teaching Factory sebagai model pembelajaran yang menghadirkan suasana industri di lingkungan sekolah melalui proses produksi barang maupun jasa yang memenuhi standar dunia industri. Selain membahas tujuan dan mekanisme program bantuan, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai penguatan tata kelola Teaching Factory, penyusunan rencana pengembangan sekolah, pemenuhan indikator keberhasilan, serta strategi membangun kemitraan berkelanjutan dengan dunia usaha dan dunia industri.
Materi berikutnya disampaikan oleh Agung Setio Budi, S.Pd. dan Aries Dwi Cahyono, M.Pd., Widyaiswara BBPPMPV BOE Malang, yang membahas implementasi Program Sekolah Model Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) serta Pendalaman Koding dan Kecerdasan Artifisial. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep pembelajaran yang mendorong siswa belajar secara bermakna melalui eksplorasi, refleksi, kolaborasi, dan penyelesaian masalah nyata. Selain itu, dipaparkan pula strategi integrasi Computational Thinking, pemrograman (coding), dan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran lintas mata pelajaran sebagai bekal peserta didik menghadapi transformasi digital dan perkembangan industri 4.0 menuju Society 5.0.
Workshop juga memperkenalkan berbagai contoh implementasi pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan proyek nyata, teknologi digital, serta ekosistem Teaching Factory di sekolah. Peserta diajak memahami pentingnya penyusunan perangkat ajar yang berorientasi pada capaian pembelajaran, pemanfaatan AI secara etis dalam proses belajar mengajar, hingga pengembangan budaya belajar sepanjang hayat yang mampu menghasilkan lulusan dengan kompetensi teknis sekaligus karakter profesional sesuai kebutuhan dunia kerja.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta mampu mengimplementasikan Program Bantuan Teaching Factory Tahun 2026, Program Sekolah Model Pembelajaran Mendalam, serta Pendalaman Koding dan Kecerdasan Artifisial secara optimal di SMKN 4 Malang. Workshop ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, sekolah, dan dunia industri untuk mewujudkan pendidikan vokasi yang berkualitas, relevan dengan perkembangan teknologi, serta mampu mencetak lulusan yang kompeten, inovatif, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global. SMKN 4 Malang pun terus menunjukkan komitmennya sebagai sekolah vokasi yang menjadi pelopor transformasi pembelajaran menuju pendidikan yang lebih modern, adaptif, dan berorientasi pada masa depan.

