Selamat Datang, di SMK Negeri 4 Malang

Model Pembelajaran E-Learning Bahasa Indonesia

20 Agustus 2015
09:22:47 WIB
ANEKDOT KELOMPOK 1 (Ahmad Harianto, dkk.)


Anekdot 1 WARISAN


Pada suatu pagi, ada dua orang pengusaha yang duduk-duduk di lobby kantor.
Dua pengusaha tersebut saling membual. Mereka saling berdebat tentang warisan orangtua mereka.
“ Papaku memang orang yang luar biasa. Ketika meninggal, ia mewariskan uang lebih semiliar dolar di berbagai bank,” kata pengusaha yang satu.
Yang lain tak mau kalah. “Saya tidak tahu bagaimana cara yang tepat untuk mengagumi papa saya. Ketika meninggal, ia mewariskan kami bumi langit dan seluruh isinya. Bayangkan, berapa miliar dolar nilainya.” “ Mana bisa kamu bilang begitu…! Kan bumi dan langit milik kita semua.”jawab pengusaha 1.”Oleh karena itu orang tua saya juga berhak memilikinya, dan ketika ia meninggal ia mewariskannya kepada saya.”

 

 

Anekdot 2 VIETNAM


Suatu hari di sebuah Pelabuhan Merak ada sebuah kapal yang bersandar di dermaga. Kemudian turun rombongan orang orang Vietnam yang keluar ke dari kapal tersebut dan menuju pintu keluar pelabuhan. Tiba-tiba seorang petugas bertanya pada rombongan tersebut.
“Dari mana Anda berasal ?” tanya seorang petugas bandar kepada kepala rombongan manusia perahu.
“ Vietnam.”
“Wah, negara yang prestisius, pernah mengalahkan AS. Kenapa negara yang begitu saya kagumi Anda tinggalkan ?”
“Karena Vietnam tidak bisa kami masukkan ke perahu.”
Eh jangan main-main ya, saya juga tau kalau Vietnam tidak bisa dimasukkan ke perahu.

Lalu rombongan itu tertawa dan meminta maaf kepada petugas tadi.

“Maafkan saya pak ,saya Cuma bercanda”

“Iya saya juga tahu”

 

 

ANEKDOT KELOMPOK 2 (Alfaredo, dkk.)


Anekdot 1 YANG UNTUNG


Di sebuah pos kamling terdapat sebuah perdebatan tentang kampanye yang diselingi keributan.

“Cak,kampanye sekarang kok selalu diselingi keributan sih.”

“Lha wong siapa yang kalah dan menang sudah diketahui kok.”

“Kalau begini lalu siapa yang untung siapa yang rugi ?”

“Kalau yang diuntungkan ya sudah pasti penjual koran dan tukang sablon.”

“Benar juga ya, dengan adanya kampanye ini mereka mendapatkan order yang banyak.”

“Lah iya. Apa kamu nggak pengen jadi seperti mereka ?”

“Nggak ah, nggak enak cuma jadi pekerja musiman.”

Akhirnya mereka pun pergi pulang ke rumah masing – masing.

 

 

Anekdot 2 ALMAMATER


Dua Mahasiswa berlainan universitas sedang berbicara. Mereka sedang berada di Halte untuk menunggu Angkutan Kota. Salah satu memulainya dengan sombong,

“ Almamater kami sangat terkenal di berbagai daerah. Bahkan saya dengar, tukang –tukang becak di daerah Anda pun banyak yang mengenal almamater kami. Bukankah begitu? “

“ Memang didaerah saya banyak tukang becak dan tukang ojek menggunakan almamater seperti Anda “

“ terbuktikan kalau almamater seperti saya ini  sudah dikenal di berbagai daerah “ jawab Mahasiswa tadi.

Jawab mahasiswa dengan sopan, “ memang benar dan saya dengar sendiri dari tukang – tukang becak itu bahwa kebanyakan mereka adalah alumni universitas Anda “

Dengan pernyataan dari mahasiswa tadi, si mahasiswa yang sombong tadi pun lansung tersipu malu. Lalu, mahasiswa tadi segera menghindar,

“ Memang benar? “. “ Ya tidaklah!” jawab mahasiswa tadi sambil tertawa terbelalak

“ lalu? ” tanya sang mahasiswa

“ Memang ada lulusan S-1 jadi tukang becak. Mereka mendapat jas Almamater seperti kamu itu dari anak mereka semua yang sudah lulus dan jasnya tidak terpakai lagi. Sayangkan kalau menjadi keset “ jawab sang mahasiswa satunya tadi.

Akhirnya mereka pun tertawa bersama – sama dan akhirnya Angkutan kota yang ditunggu – tunggu akhirnya datang dan ,mereka pun melanjutkan pembicaraanya di angutan kota tersebut.




ANEKDOT KELOMPOK 3 (Arik dkk.)


Anekdot 1 SEMERAWUT


Pada suatu hari seorang asing dari Jerman datang mengunjungi Jakarta untuk mengamati sistem transportasi di sana.

Melihatbburuknya sistem transportasi di Jakarta, seorang asing mengeluh pada pers,

“Lalu lintasdi negeri Anda kacau, serba semerawut.”

“Justru itulah kelebihan kami, jawab si wartawan.

“Bagaimana Anda bisa mengatakan seperti itu ?”

“Kalau Anda selamat di sini, saya jamin Anda tidak akan menemui kesulitan mengemudikan kendaraan di negara manapun di dunia ini.”

“Maksudnya, bila saat macet di Jakarta tidak ada kendaraan bermotor yang ugal-ugalan di karenakan mereka berjalan dengan perlahan .”

Setelah mendengarkan penjelasan tersebut orang asingitu pergi meninggalkan wartawan, sialnya orang asing itu tertabrak mobil saat menyebrang.


Anekdot 2 DONGENG


Pada suatu malam di sebuah kamar terdapat 2 orang di atas kasur. 1 orang sedang mempersiapkan diri untuk kegiatan rutinnya pada stiap malam yaitu membacakan dongeng. Lalu di tengah cerita dongeng  di malam kampenye pemilu, seorang gadis kecil bertanya kepada ibunya,

” Bu apakah semua cerita dongeng selalu dimulai dengan kata-kata ‘Alkisah pada zaman dahulu kala…..’

“Tentu tidak nak.” jawab ibunya,”Beberapa di antaranya dimulai dengan kaa-kata’jika kami terpilih…..’

Gadis kecil itu masih bingung dengan jawaban ibunya.

Kemudian, ibu si gadis kecil itu menjelaska bahwa banyak caleng yang menebarkan janji, tetapi tidak di tepati seperti sebuah dongeng yang berakhir indah tetapi tidak pernah terjadi.

Ibu pun melanjutkan dongengnya hingga gadis kecil itu tertidur.



ANEKDOT KELOMPOK 4 (Andika, dkk.)


Anekdot 1 KEBERHASILAN PROGRAM


Seorang jurkam berbicara kepada massa yang jumlahnya hanya beberapa gelintir dengan penuh semangat.

“ Program pendidikan yang kita ajukan 5 tahun lalu tampaknya ada hasilnya!”

“ Bentuknya apa Pak,” celetuk seorang peserta.

“ Anda kan bisa lihat sendiri yang datang pada kampanye ini sedikit sekali,” ucap jurkam dengan santainya

Mendengar jawaban tersebut seluruh peserta yanya tercengan dan tertawa, sedangkan jurkam tersebut tertunduk malu.

Setelah gelak tawa usai, juru kamera tersebut melanjutkan orasinya.

 

 

Anekdot 2 PERMINTAAN TERAKHIR


Pada hari itu adalah hari yang tidak menyenangkan bagi seorang penjahat, karena pada hari itu dia akan di eksekusi.

Sebelum proses eksekusi tersebut, Komandan telah menyiapkan tim penembak jitu yang sudah ahli dibidangnya disebuah lahan kosong.

Sesaat sebelum dieksekusi, seorang penjahat yang terkenal sadis diberi kesempatan mengajukan pertanyaan terakhir.

“Sebutkan permintaan terakhir sebelum Anda dieksekusi!”

“Berilah saya kesempatan melihat bulan purnama untuk yang terakhir kalinya Pak!” ucap penjahat.

“Lho itu kan masih satu bulan lagi?” tanya eksekutor heran.

“Nggak masalah Pak” Saya akan sabar menunggunya.” ujar penjahat santai.

“Itu sama saja kamu mengulur waktu eksekusi tau, kami tidak bisa mengabulkannya!” ujar eksekutor kesal.

“Tapi saya akan memanfaatkan baik-baik kesempatan saya Pak!” ujar si penjahat dengan nada meledek.

Akhirnya eksekutor memerintahkan anggotanya untuk mempersiapkan proses eksekusi.



ANEKDOT KELOMPOK 5 (Abyan, dkk.)


Anekdot 1 BERSIUL


Seorang pemuda berkantong tipis bermaksud membelikan kekasihnya perhiasan “Berapa harga cincin ini,Pak?” tanya si pemuda.

“O, Cuma seratus ribu rupiah,” jawab si penjual.

Mendengar harga itu, kontan si pemuda bersiul. “Kalau yang satu ini berapa?” tanyanya lagi sambil menunjuk perhiasan yang lebih bagus

O, kalau itu harganya dua kali bersiul” kata si penjual

Si pemuda itu bersiul dua kali untuk mendapatkan cincin perhiasan itu.

Namun, ketika si pemuda membawa cincin perhiasan tersebut, si penjual lupa kalau si pemuda itu belum membayar untuk membeli cincin perhiasannya.

Si penjual itu terus mencari si pemuda yang membawa cincin perhiasan dan akhirnya si penjual bertemu si pemuda dan meminta upahnya untuk cincin perhiasannya.



Anekdot 2 PENGUSAHA PELIT


Seorang pengusaha yang terkenal pelit naik taksi. Tiba-tiba taksi yang ditumpanginya menabrak truk dan dia terlempar ke luar.

“Bisa saya bantu Pak?” tanya sopir taksi yang juga selamat.

“Ya, matikan segera argomu, jawab si pengusaha

“Baik, Pak” kata sopir taksi

Sopir taksi itu kesakitan karena taksinya menabrak truk dan sambil berjalan ia menghampiri taksinya dan mematikan argonya. Lalu kemudian, ia menghampiri supir truk itu untuk dimintai tanggung jawab. Setelah sekian lama berdiskusi, sang sopir memutuskan untuk berdamai dan meminta ganti rugi yang sepadan kepada sopir truk. Lalu, sopir taksi tersebut dihampiri oleh pengusaha tersebut yang hendak membayar ongkos taksi.

Pengusaha : “Berapa ongkosnya?”

Sopir taksi : “Rp 100.000,- Pak”

Pengusaha : “Ini, Rp. 50.000 untukmu”

Sopir taksi : “Kok Cuma setengah,Pak?”

Pengusaha : “Iya, memang saya sengaja membayarmu setengah. Karena kamu telah membuat saya terlambat kerja dan kamu juga ikut naik taksi juga, kan. Jadi, kamu bayar ½, saya juga bayar ½ juga.”

Dengan pikiran bingung, sang sopir taksi memikirkan mengapa ia hanya dibayar setengah harga. Lalu ia berkata, “Dasar pengusaha pelit!”.

Sang pengusaha dengan biasa-biasa saja tidak menghiraukan sopir tersebut. Dan berdiri disamping jalan menunggu taksi lewat.


ANEKDOT KELOMPOK 5 (Anang, dkk.) (teks masih asli belum ada tambahan maupun analisis)


Anekdot 1  LUPA

“Dokter memberiku obat untuk menghilangkan sifat pelupaku,” kata seorang pelupa kepada temannya.

“Bagus!”

“Tapi aku lupa makan obat itu tadi.”

 

Anekdot 2  KAMBING

Untuk menakut-nakuti anaknya yang malas, seorang ayah berkata, “Siapa yang malas akan dikutuk menjadi kambing.”

Keesokan harinya sang ayah bangun kesiangan. Dengan tergesa-gesa ia pergi ke kamar mandi. Ketika melewati ruang makan ia kaget melihat sekeranjang rumput segar tersedia di atas meja makan.

Share

    Kepala Sekolah

    Kepala Sekolah

    Web Link

    Berita Terpopuler

    PENDAFTARAN PPDB SMKN 4 MALANG  MELAKSANAKAN  3
    SMK Negeri 4 Malang Membuka pendaftaran Penerimaan Peserta Didik

    Artikel Terpopuler

    Puisi Gugus Karya W.S. Rendra.   Puisi
    Arti Logo SMK Negeri 4 Malang :   Kali ini kita

    Facebook Fanpage

    Tag Cloud